Seringkali kita sebagai seorang investor
selalu berpikir bahwa berinvestasi adalah cara bagaimana mencari uang
lebih banyak atau berpikir bagaimana menjadi kaya secara cepat. Investor
secara umum berpikir bahwa orang lain merupakan pesaing bagi dirinya
dalam mencari uang yang lebih banyak. Ketika seseorang kaya, maka orang
yang belum kaya melihat orang tersebut menjadi pesaing yang harus
dikalahkan kekayaannya.
Investasi itu bukan sebuah
perlombaan. Anda sedang tidak bersaing dengan siapa pun juga. Orang yang
bersaing biasanya mengalami pasang surut yang besar dalam kehidupan
finansial mereka. Yang perlu Anda lakukan adalah memfokuskan diri untuk
menjadi investor yang lebih baik. Jika Anda terfokus pada upaya
memperbaiki pengalaman dan pendidikan sebagai investor, Anda akan
mendapatkan kekayaan sangat besar. Di sisi lain, jika Anda hanya ingin
kaya dan mempunyai uang lebih banyak daripada orang lain, kemungkinan
besar Anda menjadi pecundang besar.
Salah satu tips untuk menjadi investor yang lebih baik adalah kita harus mengetahui aturan-aturan dasar dalam investasi.
Berikut ini beberapa aturan paling mendasar dari investasi yang
seharusnya dimiliki oleh investor apabila ingin terjun dalam dunia
investasi.
- Mengetahui Anda Bekerja untuk Pendapatan Jenis Apa
Di dunia ini ada tiga macam jenis pendapatan, yakni :
1. Earned Income atau pendapatan hasil keringat
1. Earned Income atau pendapatan hasil keringat
Pendapatan yang biasanya dari pekerjaan
atau sesuatu bentuk tenaga kerja. Dalam bentuknya paling umum, ini
adalah pendapatan dari cek gaji. Ini juga merupakan pendapatan yang
dibebani pajak paling tinggi, jadi inilah pendapatan yang paling sulit
untuk membangun kekayaan.
2. Portofolio Income
2. Portofolio Income
Pendapatan ini adalah pendapatan yang
biasanya berasal dari aset-aset surat berharga seperti saham, obligasi,
reksadana, dll. Pendapatan portofolio sampai sejauh ini merupakan bentuk
paling populer dari pendapatan investasi, hanya karena aset-aset surat
berharga jauh mudah dikelola dan dirawat daripada yang lain.
3. Passive Income atau pendapatan pasif
3. Passive Income atau pendapatan pasif
Pendapatan yang biasanya berasal dari
real estate. Ini juga merupakan pendapatan yang berasal dari royalty
seperti perjanjian paten atau lisensi. Namun, sebagaian besar pendapatan
pasif berasal dari real estate (sekitar 80%)
- Mengubah Earned Income menjadi Portofolio Income atau Passive Income
Jika Anda mendapatkan uang dari
pendapatan hasil keringat, maka Anda harus segera mengubahnya ke
pendapatan portofolio atau pasif. Inilah aturan paling mendasar. Inilah
seharusnya yang dilakukan oleh seorang investor. Tulisan ini belum
menjelaskan tentang bagaimana melakukannya, tetapi masih menjabarkan
tentang aturan-aturannya.Untuk cara melakukannya akan dijelaskan pada
tulisan berikutnya.
- Mengamankan Earned Income dengan Jalan Membeli Sekuritas
Sekuritas adalah sesuatu yang Anda
harapkan akan mengamankan uang Anda. Biasanya, sekuritas ini diikuti
oleh aturan-aturan ketat pemerintah. Sekuritas bukan hanya aset.
Sekuritas bisa juga menjadi liabilitas (kewajiban). Sebagai contoh,
saham atau real estate adalah suatu sekuritas, tetapi bisa menjadi aset
atau liabilitas. Prinsip sederhana dari aset adalah sesuatu yang
memasukkan uang ke dalam kantong Anda sedangkan liabilitas mengeluarkan
uang dari kantong Anda. Ini adalah pengetahuan finansial dasar. Anda
harus terlebih dahulu memahami dengan baik antara aset dan liabilitas
tersebut.
Sekuritas bisa menjadi aset, bisa
menjadi liabilitas tergantung Anda sebagai investor menetapkannya.
Sebagai contoh, jika Anda membeli saham Uinvest seharga $120 kemudian
Anda menjualnya seharga $150, maka lembar saham ini menjadi aset bagi
Anda. Di sisi lain, jika Anda hanya berhasil menjualnya seharga $100,
maka lembar saham ini menjadi liabilitas bagi Anda. Yang membuat
investasi itu berisiko adalah investor tidak tahu perbedaan antara aset
dan liabilitas.
- Investor adalah Aset dan Liabilitas
Si investor dalam hal ini bisa menjadi
aset, bisa menjadi liabilitas. Banyak orang mengatakan bahwa investasi
itu berisiko. Sebenarnya yang berisiko adalah investor itu sendiri.
Banyak kejadian memperlihatkan investor konyol kehilangan uang pada saat
semua orang meraup uang. Intinya, jika Anda sebagai investor bisa
menjadi aset, maka terlebih dahulu perbanyak wawasan pengetahuan dan
pengalaman Anda sebagai investor. Investor yang baik suka mengekor di
belakang investor berisiko karena di situ diketemukan hasil investasi
yang lumayan. Jadi, misalkan ada seorang investor berisiko yang
kehilangan uang, maka disana terdapat keuntungan. Anda bisa melihat
bahwa sekuritas-sekuritas tersebut yang awalnya adalah sebuah
liabilitas, maka berpotensi untuk diubah menjadi aset, atau Anda hanya
menunggu orang lain mengubahnya menjadi aset.
- Investor Sejati Siap Menghadapi Apapun
Jika Anda ingin menjadi seorang investor
sejati, maka Anda harus siap menghadapi apapun. Orang yang bukan
investor berusaha meramalkan apa yang akan terjadi dan kapan terjadinya.
Anda harus menyiapkan diri untuk menjadi investor sejati. Anda harus
siap dengan pendidikan dan pengalaman atau kesempatan akan lewat begitu
saja. Anda sebaiknya memperhatikan dan mencermati apa yang sudah dicari
orang lain. Jika Anda ingin membeli saham, maka datanglah ke kelas-kelas
mengenai cara mengenali keuntungan dalam saham. Begitu juga dengan real
estate atau produk investasi lainnya. Semuanya dimulai dengan melatih
otak Anda untuk mengetahui apa yang harus dicari dan bersiap-siap
menghadapi saat investasi itu disodorkan pada Anda.
Ini seperti permainan sepak bola. Anda
bermain terus tanpa henti, tiba-tiba muncul kesempatan untuk menendang
bola ke gawang. Anda bisa siap atau sebaliknya. Posisi Anda bisa bagus
atau tidak. Tetapi jika tembakan saat itu meleset, baik dalam sepak bola
maupun investasi, akan selalu ada saat lain untuk menembak ke arah
gawang, atau kesempatan investasi sepanjang hidup kelak.
- Investasi Bagus selalu Mengundang Uang
Jika Anda sebagai investor telah siap
dengan pengetahuan dan pengaaman investasi, maka apabila Anda
mendapatkan transaksi yang bagus, uang akan mendatang Anda atau Anda
akan mendatangi uang itu. Transaksi yang bagus mengundang keserakahan
dalam diri banyak orang. Kata keserakahan yang dimaksud disini adalah
tidak dalam arti yang jelek. Keserakahan yang dimaksud adalah emosi
manusiawi yang umum, yang dimiliki semua orang. Jadi ketika seseorang
menemukan transaksi investasi yang bagus, transaksi itu sendiri akan
mengundang uang. Jika jelek, uangnya akan sulit diperoleh.
Transaksi bukanlah selalu tidak
mengundang uang, terkadang orang yang mengendalikan transaksi tersebut
tidak mengundang uang. Dengan kata lain, transaksi tersebut semestinya
bagus jika orang yang menangani transaksi itu pergi. Ini seperti
memiliki mobil balap kelas dunia tetapi dengan pembalap biasa. Betapapun
hebatnya mobil itu, tidak seorang pun akan bertaruh untuk mobil itu
jika yang mengemudikannya pembalap biasa. Jadi, sekali lagi, jika Anda
sudah siap, sudah mempunyai pengalaman dan catatan prestasi, Anda akan
menemukan suatu investasi yang bagus sehingga mendapatkan uang tidaklah
begitu sulit.
- Kemampuan Mengevaluasi Risiko dan Keuntungan
Setiap investor yang baik harus juga
dibekali dengan kemampuan untuk mengevaluasi risiko dan keuntungan dari
setiap investasi yang telah dilakukan. Apabila ada investasi yang
menguntungkan atau merugikan, maka investor yang baik akan selalu
melakukan proses evaluasi agar rencana investasi ke depannya lebih baik
lagi.
Sumber : http://portalinvestasi.com/ingin-kaya-pahami-aturan-dasar-investasi/
Sumber : http://portalinvestasi.com/ingin-kaya-pahami-aturan-dasar-investasi/