Berinvestasi adalah salah satu langkah strategis yang bisa dilakukan setiap orang untuk menghasilkan uang lebih. Namun, seringkali kita bingung macam investasi yang sesuai dengan kebutuhan. Penting untuk Anda ingat sebelum berinvestasi adalah slogan teliti sebelum membeli. Artinya, Anda harus meneliti produk dan jasa apapun yang akan dibeli, termasuk meneliti apakah produk tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan Anda. Mengenali kebutuhan investasi merupakan langkah awal dari proses investasi itu sendiri.

Tipe-tipe
investor menurut profil resiko dalam berinvestasi, yaitu:
Defensive
Investor
dengan tipe defensive, investor ini berusaha mendapatkan keuntungan dan
menghindari resiko sekecil apapun dari investasi yang dilakukan. Investor tipe
ini tidak mempunyai keyakinan yang cukup dalam hal spekulasi, dan lebih memilih
menunggu saat-saat yang tepat dalam berinvestasi agar terbebas dari resiko.
Conservative
Investor
dengan tipe conservative, biasanya berinvestasi untuk meningkatkan
kualitas hidup keluarga dengan rentang waktu investasi yang cukup panjang.
Misalnya, untuk pendidikan perguruan tinggi anak atau biaya hidup di hari tua.
Investor tipe ini memiliki kecenderungan menanam investasi dengan keuntungan (yield)
yang layak saja dan tidak memiliki resiko besar. Filosofi investasi mereka
untuk menghindari resiko.
Walaupun
investor conservative sering berinvestasi, investor ini pada umumnya
mengalokasikan sedikit waktu untuk menganalisa dan mempelajari portofolio
investasinya. Mereka cenderung memilih instrumen aman dengan hasil yang sudah
diketahui sebelumnya. Misalnya, tabungan dan deposito. Kalaupun mereka
mempertimbangkan jenis instrumen beresiko—seperti obligasi atau saham—hanya
porsi kecil dari dana investasi yang dialokasikan ke dalam instrumen beresiko
tersebut.
Tipe
konservatif sangat mengutamakan keamanan dalam berinvestasi daripada memperoleh
keuntungan besar tapi beresiko. Alokasi aset yang tepat untuk tipe konservatif
adalah deposito 100 persen.
Balanced
Investor
dengan tipe balanced, merupakan tipe investor yang menginginkan resiko
menengah. Investor tipe ini selalu mencari proporsi yang seimbang antara resiko
yang mungkin terjadi dengan pendapatan yang dapat diraih. Tipikal investor ini,
mereka akan selalu berhati-hati dalam memilih jenis investasi. Hanya investasi
proporsional—seimbang antara resiko dan penghasilan—yang akan dipilih.
Moderately
aggressive
Moderately
aggressive, merupakan tipe investor yang tenang atau tidak ekstrim
dalam menghadapi resiko. Investor ini cenderung memikirkan kemungkinan
terjadinya resiko dan kemungkinan mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini,
investor dengan tipe moderately aggressive selalu tenang dalam mengambil
keputusan investasi karena sudah dipikirkan sebelumnya. Alokasi aset yang
sesuai untuk tipe moderat adalah deposito 70 persen, obligasi 10 persen,
dan saham 20 persen.
Aggressive
Investor
agresif, atau biasa disebut ‘pemain’, adalah kebalikan dari investor konservatif.
Mereka sangat teliti dalam menganalisa portofolio yang dimiliki. Semakin
banyak angka-angka dan fakta yang bisa dianalisa akan semakin baik. Investor
tipe ini umumnya berinvestasi dengan rentang waktu relatif pendek karena
mengharapkan adanya keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak
berharap untuk merugi, namun setiap investor agresif menyadari bahwa
kerugian adalah bagian dari permainan. Mereka cenderung memilih produk yang
mengalokasikan dananya pada instrumen pasar yang beresiko tinggi. Alokasi aset
yang sesuai untuk tipe agresif adalah deposito 40 persen, obligasi
20 persen, dan saham 40 persen.
Dilihat
dari praktek investasi keuangan, ada beberapa jenis investor, yaitu:
- Hedger, yaitu melakukan suatu investasi dengan tujuan menjaga aset riil yang dimiliki.
- Spekulator, yaitu melakukan suatu investasi dengan tujuan spekulasi, berdasarkan pada pergerakan harga yang terjadi. Biasanya hal ini dilakukan dalam jangka pendek atau one day trading.
- Arbitrage, melakukan suatu investasi atas dasar selisih perhitungan yang diakibatkan karena adanya perbedaan lokasi, waktu dan kebijakan-kebijakan. Pada saham yang listing di dua bursa efek yang berbeda dikenal dengan istilah dual listing.
Dilihat
dari penggolongan sifat seorang investor menjadi tiga kategori, tentunya hal
ini sangatlah beralasan, konsep yang dikenal secara umum dengan sebutan high
risk high return dan sebaliknya low risk low return. Jadi
semakin besar tingkat risiko akan memberikan kemungkinan return yang
besar pula.
Sumber : http://portalinvestasi.com/tipe-investor-menurut-profil-resiko/
Sumber : http://portalinvestasi.com/tipe-investor-menurut-profil-resiko/